Dewan Setujui Tambahan Anggaran Bencana

10 views

DPRD BONDOWOSO – DPRD Bondowoso menyetujui tambahan anggaran untuk dana tak terduga, sebagai antiasipasi jika ada bencana alam. Penambahan anggaran tak terduga itu sudah masuk dalam Perubahan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD)  Bondowoso 2020. Pasalnya, diperkirakan ada ancaman bencana alam dari  La Nina yang diperkirakan Oktober 2020 sampai Maret 2021 mendatang. 

Itu disampaikan Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir. “Di Perubahan APBD 2020 sudah ada tambahan anggaran tidak terduga yang bisa untuk bencana alam,” kata ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir. Dia menjelaskan, anggaran tak terduga untuk kebutuhan penanganan bencana alam pada APBD awal sudah ada. Tetapi diperkirakan ada tambahan kebutuhan dana tak terduga untuk bencana alam.

Apalagi, saat ini sedang pandemic Covid-19 yang belum ada tanda akan segera berakhir. “Kami merasa memang perlu ada tambahan dana tak terduga sehingga perlu ditambah di Perubahan APBD,” ujarnya.

Bahkan, dia meminta kepada pemkab segera memberikan bantuan kepada para korban bencana alam. “Saya minta segera memberikan bantuan kepada para korban bencana alam seperti para korban angin puting beliung di Sukosari, Desa Tamanan dan Desa Sumberanyar Kecamatan Maesan,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejak awal musim hujan, pertengahan Oktober 2020 sudah ada sekitar lima kejadian bencana alam. Antara lain kejadian bencana alam berupa angin puting beliung di Desa Sukosari Kecamatan Tamanan dan Desa Sumberanyar Kecamatan Maesan. Kemudian kejadian ambruknya balai Desa Andungsari Kecamatan Pakem dan Banjir di Desa Leprak Kecamatan Klabang. Sebelumnya, Dusun Krajan, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso sempat diterjang  angin puting beliung (15/8).

Dalam rentang dua bulan terakhir setidaknya ada enam dari 23 kecamatan di Bondowoso yang rawan diterjang angin puting beliung. Antara lain Kecamatan Bondowoso, Grujugan, Tenggarang, Curahdami, dan Sumber Wringin, Tamanan. Namun, bisa juga menerjang di kecamatan lain seperti di Kecamatan Binakal, Curahdami, Prajekan, Wringin.

Bahkan, BPBD Bondowoso mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada jika hujan turun disertai angin kencang. “Kami imbau masyarakat lebih berhati-hati saat hujan turun. Sebab, angin puting beliung bisa sewaktu-waktu menerjang,” imbuh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Ir. Kukuh Triyatmoko.(na)