KOMISI III DPRD TURUN LANGSUNG ke PT BONINDO ABADI

25 views

DPRD BONDOWOSO – Komisi III DPRD Menindaklanjuti keluhan warga Dusun Darungan Desa Pekauman Kecamatan Grujugan. Bahkan ditengah reses, Komisi III DPRD cek langsung limbah cair yang diduga dari PT. Bonindo Abadi yang mengalir di saluran air pelopor.

Komisi III DPRD Bondowoso menemukan sejumlah fakta dari pelapor dan masyarakat yang tinggal di sekitar saluran air yang menjadi tempat pembuangan limbah PT. Bonindo Abadi. Salah satunya, limbah cairnya baunya cukup menyengat pada malam hari. Airnya juga berwarna hitam dan berbusa.

Beberapa sumur milik warga setempat tidak bisa digunakan untuk memasak. Jika dipaksa untuk memasak nasi warnanya kuning. Itu pengakuan Bu Dani, salah satu warga kepada Komisi III DPRD Bondowoso yang turun langsung menelusuri saluran air tempat pembuangan limbah tersebut. “Air sumur saya tidak bisa dipakai untuk masak. Kalau dipakai masak nasi warnanya kuning,” kata Bu Dani kepada beberapa anggota Komisi III DPRD Bondowoso.

Kukuh Rahardjo, ST, M.MT sempat berdialog langsung dengan warga yang tinggal di sekitar saluran air. Bahkan, Kukuh sempat ambil air limbah dengan menggunakan botol air mineral yang diikuti H. Samsul Tahar, S.Ag, anggota komisi III DPRD lainnya. Bahkan, Kukuh sempat mencoba air sumur yang tak jauh dari saluran air.

Sebelum cek langsung , Komisi III yang dipimpin wakil ketuanya, Kukuh Rahardjo, ST, M.MT bertemu dengan salah satu tokoh masyarakat, KH. Ali Rohbini, Pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Desa Pekauman. Komisi III DPRD Bondowoso turun langsung setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat.

“Kita ingin mendengar langsung keluhan masyarakat. Kami sebagai wakil rakyat di DPRD menerima aspirasi masyarakat, “ kata Kukuh Rahardjo. Salah satunya dengan menerima dan turun lapangan langsung ke masyarakat yang dilakukannya Senin (8/2) kemarin. Sebelum meluncur ke masyarakat, Komisi III DPRD juga minta penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso.

“Sebelum kami diskusikan dan disampaikan kepada pimpinan kami menjalankan fungsi kontrol ke masyarakat langsung. Terkait keluhan limbah cair yang diduga mencemari masyarakat sekitar, “ imbuhnya. Kukuh menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti masalah tersebut.

KH. Ali Rohbini, Pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Desa Pekauman menyatakan sangat berharap wakil rakyat memperjuangkan aspirasi masyarakat Pekauman. “Saya selaku tokoh masyarakat, mewakili warga Dusun Darungan Desa Pekauman. Kami ucapkan terima kasih kepada Komisi III dan dinas terkait yang telah menindaklanjuti keluhan kami,” kata KH. Ali Rohbini.

“Terus terang saja, adanya pabrik kertas Bonindo Abadi yang mengeluarkan limbah lama baunya sangat luar biasa, warna hitam, meresahkan masyarakat, masyarakat bukan berarti diam, saya tersentuh sehingga manyampaikan masalah ini kepada DPRD, kata KH. Ali Rohbini.

Dia mengakui, sudah ada dinas terkait yang mengambil sampel air limbah tersebut. “Dinas terkait sudah ambil contoh airnya. Kami harap masalah ini segera ditindaklanjuti karena meresahkan masyarakat,” ujarnya. Juga mengharap PT. Bonindo Abadi untuk segera mengurus ijin dan mengelola limbah cairnya agar tidak mencemari lingkungan.(na)