RESES

Reses Anggota DPRD Sahlawi Zain 2021, Ini Keluhan Warga Dapil II

BONDOWOSO, Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bondowoso Jawa Timur mulai serap aspirasi melalui kegiatan reses. Termasuk anggota Fraksi PPP, H Barri Sahlawi Zain.

Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa usulan warga di Dapil II. Diantaranya percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Solor sebagai wilayah wisata Alam yang akan diajukan Ijen Geopark Global.

Termasuk infrastruktur jalur yang menghubungkan antara air terjun Solor dengan Gua Bhuta Desa Jirek Cermee.

Sementara masyarakat Desa Penang Dusun Pettong Kecamatan Botolinggo meminta agar ada perluasan akses jalan yang menghubungkan dengan desa Bandilan dusun Taman Arum  Bandilan.

Menanggapi hal itu, H Barri Sahlawi Zain mengaku akan memperjuangkan aspirasinya melalui program TMMD (Tentara Manunggaling Membangun Desa) yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini.

“Sesuai penelusuran saya, pembangunan akses jalan dusun Pettong menuju Bandilan Prajekan dapat memotong waktu 1,5 jam lebih efektif dibanding lewat jalur lain,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2021).

Selain itu kata dia, akan ada dampak sosial ekonomi bagi masyarakat desa sekitar seperti Desa Jirek Mas, Palalangan dan Desa Bandilan serta desa Tarum Prajekan.

Hal lain yang menjadi topik hangat dalam acara reses terkait usulan pemekaran Desa Bandilan menjadi Desa Taman Arum.

Menurut H Sahlawi, secara regulasi pemekaran desa Bandilan sudah memenuhi syarat walaupun  belum mencapai 6.000 warga.

“Namun jumlah penduduk mencapai 2.300 KK melampaui batas minimal yaitu 1.200 KK,” terang Politisi PPP tersebut.

Menurutnya, hal itu diatur dalam UU nomor 6/2014 tentang desa, permendagri nomor 1/2017 tentang penataan desa, bahkan secara teknis sudah diatur dalam PP nomor 43/2014 yang diperbaharui menjadi PP nomor 47/2015.

“Saya sangat mengapresiasi dan menegaskan pemekaran desa menjadi solusi tepat dan cepat mengatasi problem kesenjangan pelayanan publik. Kesenjangan pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan penyelesaian masalah sosial lainnya,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan beberapa keberhasilan yang diperjuangkan selama ini selain memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di tahun 2020.

Diantaranya berhasil memperjuangkan beasiswa bagi warga Bondowoso yang kuliah di PT swasta, memperjuangkan alokasi anggaran pelayanan kesehatan untuk warga miskin yang tidak punya KIS atau non BPJS.

Terakhir dia berhasil mempelopori lahirnya perda inisiatif Bantuan Hukum (Bankum) bagi Masyarakat Miskin di Bondowoso yang masuk propemperda 2021.

Perda Bankum nantinya akan menjadi payung hukum bagi pemerintah kabupaten Bondowoso menyiapkan anggaran membantu masyarakat miskin untuk memperoleh keadilan di bidang hukum mencakup kasus pidana, perdata dan tata usaha negara baik bersifat litigasi maupun non litigasi.

“Bantuan hukum dari pemerintah bagi masyarakat miskin nantinya berlaku efektif sejak tahun 2022,” paparnya. Hadir dalam reses tersebut, diantaranya KH As’ad Nawawi Maksum, Plt. Camat Cermee, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan perempuan dan para praktisi pendidikan. Tentu kegitan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.()