PIMPINAN DPRD

Ketua Dewan Imbau Disiplin Prokes Lagi

DPRD BONDOWOSO – Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir kembali mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menjalami protokol kesehatan dengan melaksanakan 5 M yaitu memakai masker saat di luar,  menjaga jarak,  mencuci  tangan  lebih rutin, menjauhi kerumuman dan mengurangi mobilitas.

Imbauan itu disampaikan Ketua DPRD H Ahmad Dhafir setelah terjadi peningkatan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia, Provinsi Jawa Timur (Jatim). Bahkan, ada cluster hajatan di Bondowoso. “Kami imbau masyarakat kembali disiplin mematuhi prokes, bukan hanya 3 M tetapi 5 M,” kata Ketua DPRD Bondowoso.

H Ahmad Dhafir menjelaskan, kedisiplinan mematuhi prokes sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Tape.”Prokes 5 M kita anggap sebagai cara  paling efektif  untuk mencegah penularan Covid-19 yang masih terus mengancam keselamatan warga Bondowoso,” terangnya.

Dia menegaskan ancaman pandemi Covid-19 masih ada di Bondowoso. Buktinya, masih ada warga Bondowoso yang terpapar kemudian meninggal dunia. “Covid-19 ini jelas ada, masih ada warga Bondowoso yang terpapar bahwa masih ada yang meninggal makannya mari bersama-sama untuk mematuhi prokes dengan 5 M,” ujarnya.

Bahkan, H Ahmad Dhafir sendiri pernah merasakan terpapar Covid-19 yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif di RSU dr H Koesnadi Bondowoso. Meski sudah sembuh dan mendapatkan vaksin Covid-19, H Ahmad Dhafir tetap mematuhi proskes dengan ketat. “Saya yang sudah pernah terpapar dan sudah dapat vaksin Covid-19 tetap disiplin dengan 5 M. Jangan sepelekan Covid-19,” ungkapnya.

Menurut dia, mematuhi prokes dengan 5 M tidak hanya menguntungkanj bagi dirinya sendiri agar tidak terpapar Covid-19. Sebaliknya, disiplin mematuhi prokes 5 M juga menguntungkan orang lain. Terutama kepada orang-orang disekitarnya. “Kalau kita terpapar terus kita disiplin prokes 5 M maka juga bisa menyelamatkan orang-otrang tercinta di sekitar kita agar tidak terpapar,” ujarnya. Apalagi, sambung Ketua DPC PKB Bondowoso itu sekarang muncul beberapa varian Covid-19. “Apalagi sudah ada virus varian baru dari Covid-19. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” terangnya. (na)