PIMPINAN DPRD

DPRD Dukung Penuh Distribusi Beras TNI-Polri

DPRD BONDOWOSO – Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir mendukung penuh langkah Pemkab Bondowoso ikut menyalurkan bantuan beras TNI-Polri bagi keluarga penerima manfaat (KPM) terdampak PPKM darurat Covid-19.  Masyarakat bawah yang masuk KPM merasakan betul efek dari penerapan PPKM. Pasalnya, kebanyakan hasil usaha masyarakat bawah yang didapat hari itu untuk memenuhi kebutuhan pokok pada hari itu juga.

Sementara selama PPKM banyak masyarakat bawah yang tidak dapat bekerja karena lapangan pekerjannya, juga stop.  “Bantuan beras itu sangat berarti bagi KPM yang merupakan masyarakat golongan bawah, hasil usaha  hari ini di makan hari ini pula,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso H Ahmad Dhafir.

Dia menambahkan, pemerintah seyogyanya segera mungkin menyalurkan bantuan sosial kepada para KPM di Bondowoso dan masyarakat bawah di Indonesia lainnya. “PPKM ini diperpanjang lagi sehingga mereka makin membutuhkan uluran tangan pemerintah.  Para wakil di DPRD sudah menyampaikan hal tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

DPRD juga mendorong pemkab agar segera menyalurkan semua bantuan yang akan diberikan kepada KPM. “Kalau memang ada bantuan  segera disalurkan ke masyarakat, terutama ribuan KPM sekarang sangat membutuhkan,”imbuhnya.

Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin mengakui ada banyak masyarakat yang terdampak PPKM darurat di tengah pandemi Covid-19. Itu disampaikan disela-sela acara penyerahan  secara simbolis 5 kilogram beras bagi masing-masing KPM di pendapa bupati Bondowoso, Kamis (22/7). “Saya berterima kasih sekali, ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati Salwa Arifin  meminta masyarakat dan seluruh pihak agar dalam menghadapi penanganan Covid-19 ini supaya satu suara. Semua harus satu langkah. “Satu langkah, tidak ada yang kontra. Apalagi mengkritisi atau menyalah-nyalahkan,” ungkap Bupati Salwa.

Pasi Intel Kodim 0822 Bondowoso, Yonaidi D, menerangkan, bantuan yang diberikan yakni 5 kilogram beras untuk 12.590 kepala keluarga se- Kabupaten Bondowoso. Mereka yang menerima bantuan merupakan warga yang tidak tercover bantuan sosial pemerintah. Seperti, PKH, BST, dan BLT.  Karena itulah, datanya didapat dari Dinas Sosial. Agar tak terjadi tumpang tindih. “Mereka yang menerima yang tak masuk bantuan bansos,” ujarnya.

Pria yang akarab disapa Yonaidi, menyampaikan, total beras yang didistribusikan mencapai sekitar 62 ton lebih. Namun, pada kloter pertama yang diserahkan baru ada sekitar 47.700 kilogram beras. Sementara sisanya masih akan dikirim pada kloter berikutnya.  “Sisanya 15.250 kilogram dikirim kloter ke dua,” ungkapnya. Pendistribusian selanjutnya di tiap-tiap kecamatan sendiri, akan dilakukan oleh tiga pilar. Yakni, Camat, Danramil, dan Kapolsek. ” Kalau penerima di tiga kecamatan diserahkan oleh tiga pilar. Masing-masing kecamatan diperkirakan ada 548 KK penerima,” tutupnya. Tampak dalam pelepasan tersebut yakni Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir, Komandan Kodim 0822 Letkol Kav. Widi Widayat, Wakapolres Bondowoso, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri Bondowoso. Bersama Bupati KH Salwa Arifin mereka menyerahkan beras secara simbolis kepada KPM. (na)