PIMPINAN DPRD

Ketua DPRD Bondowoso Minta Pemkab Beri Perhatian Pada Pedagang Sapi Untuk Penjualan Saat PMK

BONDOWOSO – Adanya Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para peternak khususnya para pedagang sapi di Kabupaten Bondowoso saat ini.

Adanya PMK ini, membuat sejumlah pedagang sapi di Kabupaten Bondowoso resah. Sebab mereka khawatir penjualan sapi semakin sulit.

Seperti diutarakan H. Fauzan pedagang sapi asal Desa/Kecamatan Grujugan, Bondowoso. Pihaknya merasa khawatir jika karena PMK nantinya pasar sapi di Bondowoso sampai ditutup.

Sementara sebentar lagi musim Idul Adha yang setiap tahunnya permintaan ternak (sapi dan kambing) meningkat.

Karenanya H. Fauzan berharap jangan karena PMK ini, penjualan ternak dari Bondowoso mengalami kesulitan.

“Kami berharap jangan sampai ada penutupan pasar ternak, dan pemerintah menfasilitasi pedagang agar setiap ternak yang dijual, diperiksa dahulu oleh petugas dan mendapat surat keterangan sehat,” jelasnya.

Akan adanya fenomena ini, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir meminta Pemkab harus segara menangkap keresahan para pedagang sapi.

Caranya dengan melakukan antisipasi maksimal agar PMK tidak masuk ke Bondowoso. Selain itu memberikan kepastian jika sapi yang dijual oleh para pedagang, dalam kondisi sehat.

“Pemerintah harus pro aktif melakukan pemeriksaan, dan memberikan surat jalan serta surat keterangan sehat,” jelasnya.

Ketua DPRD mendorong pemerintah daerah agar pemberian jaminan kesehatan dan surat jalan, diberikan secara gratis, tanpa dikenakan biaya.

“Kalau perlu anggaran, dianggarkan pada APBD. Jadi pemeriksaan ternak tidak dipungut biaya,” tegas H Ahmad Dhafir. Pemeriksaan kesehatan ternak ini sangat penting bagi para pedagang dan pemerintah daerah. Sebab menyangkut perputaran ekonomi masyarakat.(SH)