PIMPINAN DPRD

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Dampingi Evakuasi Satu Keluarga yang Menderita ODGJ, Lumpuh dan Lansia

BONDOWOSO – Wakil Ketua DPRD Sinung Sudrajad S.Sos mendampingi evakuasi satu keluarga yang terdiri dari anak yang menderita lumpuh, ODGJ dan lansia. Keberadaan keluarga dengan ODGJ, lumpuh dan lansia terbut, akhirnya dilaporkan masyarakat setempat ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso dan diteruskan ke beberapa instansi terkait.

Sinung Sudrajad mengatakan, keluarga yang dimaksud ada di Desa Pasarejo, Wonosari. Terdiri dari seorang nenek (lansia), seorang ibu (ODGJ) dan dua anaknya (disabilitas).

“Kemungkinan lumpuhnya bukan bawaan, namun pengaruh gizi buruk. Karena menurut masyarakat sekitar, dua orang anak itu lumpuh setelah kelas 3 SD,” terang Sinung Sudrajad, S.Sos Wakil Ketua DPRD yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bondowoso tersebut.

Dijelaskan, Dinsos Kabupaten Bondowoso berkoordinasi dengan Dinas Sosial Propinsi beserta UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPTPSTW).

Selanjutnya keluarga ini berhasil dievakuasi pada 19 Mei 2022. Seorang Ibu yang ODGJ dibawa ke Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan (RSBL).

Sementara dua anak yang lumpuh dibawa ke Unit Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan.

Muzayyanah, Pendamping Pasung Dinsos Bondowoso mengatakan, pihaknya bersama tim Dinsos Bondowoso sudah seringkali melakukan penanganan ODGJ dan Lansia.

Khusus untuk kasus di Desa Pasarejo, Wonosari, Bondowoso ini pihaknya awal melakukan observasi.

Sebab sebelum ditindaklanjuti oleh Dinsos Provinsi, data kependudukan harus lengkap. Kebetulan, dua anak yang disabilitas belum memiliki data kependudukan.

“Akhirnya kami usahakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan alhamdulillah lancar,” jelasnya.

Dijelaskan, dua anak yang lumpuh dan ibu yang ODGJ sudah di evakuasi.

Sedangkan ada nenek yang tergolong lansia, tidak mau di evakuasi karena ada saudara yang sanggup merawatnya.

Sementara, Sinung Sudrajad menambahkan, pihaknya menghimbau pada pemerintah desa, untuk secara aktif mengupdate data dan memeriksa kondisi penduduknya serta warganya yang menderita ODGj dan bahkan dipasung. “Sehingga ketika ada data dari desa, penanganan bisa cepat dan koordinasi bisa mudah,” jelas Sinung. (SH)