RESES

Tak Kenal Lelah, DPRD Perjuangkan Aspirasi Rakyat

BONDOWOSO, Kegiatan reses atau serap aspirasi rakyat Kabupaten Bondowoso yang dilaksanakan 28 Mei sampai 1 Juni 2022 digunakan wakil rakyat di DPRD untuk memotivasi rakyat segera bangkit dari Pandemi COVID-19. Untuk itu dari 45 anggota DPRD, 42 wakil rakyat melakukan serap aspirasi yang selanjutnya akan diperjuangkan menjadi program kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bondowoso tak kenal lelah terus memperjuangkan aspirasi rakyat yang masuk.

Setelah pandemi COVID-19 mulai mereda, pemerintah memprioritaskan pembangunan ekonomi. Agar perekonomian rakyat segera pulih, minimal seperti sebelum pandemi COVID-19. Hal itu juga dilakukan oleh anggota DPRD.

Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso H Ahmad Dhafir secara khusus menggelar acara reses di  Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Ulum Al Khaidari Desa Lumutan Kecamatan Botolinggo. Di hadapan konstituennya, H Ahmad Dhafir menyampaikan bahwa wakil rakyat punya kewajiban memperjuangkan aspirasi rakyat. “Kami wakil rakyat berkewajiban memperjuangkan aspirasi rakyat Bondowoso, saya wakil rakyat dari PKB, maka minimal memperjuangkan aspirasi konstituen dari PKB juga,” kata H Ahmad Dhafir.

Dia menjelaskan, tidak hanya konstituennya dari PKB saja, semua rakyat Bondowoso berhak untuk menyampaikan aspirasi kepada semua wakil rakyat. “Rakyat bebas menyampaikan aspirasi lewat mana saja. Saat reses seperti ini khususnya konstituen dari daerah pemilihan masing-masing,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso Sinung Sudrajad, S.Sos, memilih melakukan reses  di Desa Tumpeng Kecamatan Wonosari. “Saya mengundang Kades setempat berikut 2 Kades desa sekitar, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, remas, bumdes, perangkat desa dan perwakilan warga. Selain serap aspirasi alasan saya menempatkan reses di desa tersebut adalah karena keinginan kuat Desa Tumpeng untuk segera menyandang predikat Desa Mandiri,” kata Sinung Sudrajad.

Dia menjelaskan, keinginan kuat Desa Tumpeng  sebenarnya sangat mendasar. Dari sektor pemdes, Desa Tumpeng memiliki aplikasi online yakni Simdes yang dirasakan sangat membantu pelayanan pemdes kepada rakyatnya. “Dari sektor potensi desa, para warga desanya secara guyub bersama dengan stakeholder setempat berembug untuk menciptakan potensi unggulan desa,” ujarnya. Baik itu di sektor pertanian, pariwisata dan UMKM. Di sektor tradisi; Desa Tumpeng memiliki komunitas seni tradisi musik Glundeng yang sudah mulai langka di  Bondowoso, padahal seni tradisi ini asli/khas Bondowoso.”Nah semangat gotong royong menuju Desa Mandiri inilah yang perlu kita dukung secara maksimal dan bisa menjadi motivasi desa-desa lainnya,”ujarnya.

Drs H Buchori Mun’im, wakil ketua DPRD dari PPP memilih melakukan reses di Desa Karanganyar Kecamatan Tegalampel. Buchori Mun’in juga menyatakan akan terus memperjuangkan aspirasi konstituennya.  Moh Supriadi, wakil ketua DPRD dari Partai Golkar juga menegaskan  pentingnya reses untuk serap aspirasi rakyat. Moh Supriadi  melaksanakan reses di Desa Gayam Lor Kecamatan Botolinggo. Anggota DPRD Kabupaten Bondowoso lainnya juga memperjuangkan aspirasi konstituennya di daerah pemilihannya masing-masing beberapa usulan tentang perbaikan jalan masih menjadi mayoritas usulan Reses Masa Sidang III Tahun 2021-2022 ini. (na)