PIMPINAN DPRD

Regsosek Ketua DPRD Bondowoso Dipimpin Langsung Kepala BPS, Ajak Masyarakat Sukseskan Program Ini

BONDOWOSO – Program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) sudah dimulai di Kabupaten Bondowoso, Sabtu 15 Oktober 2022. Pada Rabu 19 Oktober 2022, tim Regsosek mendatangi Ketua DPRD, dalam rangka melakukan pendataan. Sebelumnya, tim Regsosek telah melakukan pendataan di kediaman Wakil Bupati Bondowoso H. Irwan Bachtiar Rahmat, SE., M.Si.

Pendataan Regsosek Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir dilakukan di Wisma Ketua DPRD. Kepala BPS Bondowoso Mohamad Isma’il memimpin langsung pendataan. “Pendataan regsosek dilakukan tidak hanya di Bondowoso, namun seluruh Indonesia. Dilaksanakan sebulan penuh. Mulai 15 Oktober sampai 14 November 2022,” terang Mohamad Isma’il. “Tujuan Regsosek ini untuk mewujudkan satu data kependudukan. Kedepan sebagai rujukan basis data untuk perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Regsosek ini mendata profil sosial ekonomi, kesehatan, aset, perlindungan sosial dan berbagai data yang diperlukan lainnya. “Selama ini banyak sekali data kependudukan di berbagai kementerian. Tujuannya Regsosek ini menyatukan data-data yang berserakan tersebut,” tegasnya.

Sementara Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir mengatakan, ini merupakan pondasi awal pendataan masyarakat. “Hasilnya sebagai sumber awal pemberian bantuan kesejahteraan masyarakat. Sebab selama ini banyak kejadian pemberian bantuan tidak tepat sasaran,” jelas Ketua DPRD Bondowoso. Selama ini banyak keluhan yang kaya dapat bantuan, yang miskin tidak pernah sama sekali. Karenanya Regsosek ini tidak hanya tanggungjawab BPS namun juga keterlibatan seluruh masyarakat.

“Data dari BPS menjadi sumber informasi awal pemerintah mengambil kebijakan membangun Bondowoso pada khususnya. Sehingga tidak terjadi ketimpangan data,” tegasnya. Sebab selama ini sering terjadi perdebatan di DPRD, sumber pendataan antara BPS dan pemerintah tidak sama. Ketua DPRD mencontohkan, data kependudukan yang dimiliki BPJS Kesehatan misalnya, masih tidak sama dengan data di BPS. Sebab selama ini, banyak masyarakat yang sudah meninggal tidak melaporkan kematian. Harapannya dengan Regsosek oleh BPS, ada pembenahan data secara menyeluruh. (SH)