PIMPINAN DPRD

Idul Adha 1445 H Momentum Tingkatkan Ketakwaan kepada Perintah Allah

DPRD BONDOWOSO –  Peringatan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah pada 17 Juni Tahun 2024 menjadi momentum yang pas untuk meningkatkan ketaqwaan akan perintah Allah SWT. Pasalnya, peringatan Hari Raya Idul Adha 1445 bertepatan dengan kondisi ekonomi, sosial dan  politik  global yang sangat dinamis.

Salah satunya penderitaan berkepanjangan pada saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Jalur Gaza yang kini diserang oleh Zinois Israel. Sebagai sesame muslim, umat Islam di Indonesia, termasuk di Kota Tape Bondowoso ikut merasakan penderitaan Bangsa Palestina yang sampai hari ini masih diserang dan diblokade oleh Israel.

Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso Haji Ahmad Dhafir mengajak kepada umat Islam di Bondowoso, Indonesia dan seluruah dunia untuk mendoakan agar Saudara bangsa Palestina segera medeka.  Dan terbebas dari penjajahan Zionis Israel. “Mari kita doka di momentum Hari Raya Idul Adha 1445 H agar bangsa Palestine segera merdeka agar memiliki kehudipan berbangsa dan bernegara seperti Indonesia,” kata Haji Ahmad Dhafir.

Tetap, Haji Dhafir juga mengajak umat Islam agar meniru ketagwaan bangsa Palestina menghadapi ujian dari Allah SWT. “Dengan kondisi yang sangat menyayat hati, Bangsa Palestina masih tetap teguh taqwa kepada Allah SWT. Iman dan taqwa mereka tetap teguh sebagaimana Nabi Ibrahim bertagwa kepada Allah SWT,” imbuhnya.

Dia menjelaskan,  Perayaan Idul Adha adalah untuk memperingati  pengorbanan Nabi Ibrahim A.S. yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Ismail. “Yang kemudian digantikan oleh seekor domba sebagai bukti keagungan Allah SWT,” kata Pria yang juga ketua DPC PKB Bondowoso tersebut.

Menurut dia, Hari Raya Idul Adha memiliki makna yang sangat dalam dan sakral dalam kehidupan umat Islam. Pertama meningkatkan Takwa, dimana Idul Adha dianggap sebagai momen untuk meningkatkan ketakwaan dan ketaatan terhadap perintah Allah. “Umat Islam diharapkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah dan pengorbanan,” ujarnya

Kedua, mengajarkan tentang keikhlasan. Dimana, Nabi Ibrahim yang mengorbankan putranya, Nabi Ismail, untuk menaati perintah dari Allah, mengajarkan tentang keikhlasan dan pengorbanan. “Umat Islam diharapkan untuk mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ketiga, mengajarkan untuk saling berbagi. Berkurban pada Idul Adha mengingatkan umat Islam untuk saling berbagi dengan sesama. Hal ini mengajarkan pentingnya kepedulian dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Terakhir mengingatkan kita pentingnya pengorbanan. Idul Adha memperingati kepatuhan Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah untuk mengorbankan anaknya. Pengorbanan ini mengajarkan bahwa jalan menuju surga membutuhkan pengorbanan dan ketaatan atas perintah-Nya,” pungkasnya. (na)